
KOTA TEGAL ā Di sela-sela agenda kunjungan kemanusiaan dan bakti sosial di Desa Cawitali, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari bersama rombongan Wanita Muslimah Indonesia (WMI) menyempatkan diri melakukan kunjungan silaturahmi ke kampus UBISA (Universitas Bima Sakapenta).
Kunjungan ke UBISA tersebut didampingi oleh Pendiri Sekaligus Ketua Umum WMI Dr. Aliefety Putu Garnida, Cht., SST., SKM., M.Psi., MH.Kes., MARS., FISQua bersama jajaran Wanita Muslimah Indonesia sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan kemanusiaan, pendidikan, dan solidaritas internasional terhadap rakyat Palestina.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Ketua Yayasan Pendidikan Bima Sakapenta, Khafdilah MS., S.Kom., S.H., M.H., jajaran rektorat, serta segenap dosen dan civitas akademika UBISA (Universitas Bima Sakapenta). Suasana haru dan penuh kekeluargaan terasa sejak awal pertemuan, terlebih mengingat perjuangan panjang rakyat Palestina yang hingga kini masih terus menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pendidikan Bima Sakapenta, Khafdilah MS., S.Kom., S.H., M.H., menyampaikan rasa hormat dan dukungan moral kepada rakyat Palestina. Ia menegaskan bahwa dunia pendidikan memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kepedulian global kepada generasi muda.
āKami merasa terhormat atas kunjungan Yang Mulia Duta Besar Palestina beserta rombongan ke UBISA. Palestina bukan hanya persoalan sebuah negara, tetapi persoalan kemanusiaan yang menyentuh hati masyarakat Indonesia. Kami berharap hubungan persaudaraan ini dapat terus terjalin dan menjadi pengingat bagi mahasiswa bahwa nilai kemanusiaan harus selalu dijunjung tinggi,ā ujar Ketua Yayasan Pendidikan Bima Sakapenta.
Sementara itu, Abdalfatah A.K. Alsattari menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan keluarga besar UBISA. Ia mengaku terharu melihat dukungan masyarakat Indonesia, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa, terhadap perjuangan rakyat Palestina.
āKami sangat berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang selama ini terus mendukung Palestina, baik melalui doa, bantuan kemanusiaan, maupun dukungan moral. Kunjungan ini menjadi bukti bahwa persaudaraan antara Indonesia dan Palestina sangat kuat. Kami berharap hubungan baik ini dapat terus terjalin, terutama dalam bidang pendidikan dan kemanusiaan,ā ungkap Dubes Palestina Abdalfatah A.K. Alsattari.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor II UBISA, Dra. Surtiati, M.Pd., juga menyampaikan komitmen kampus untuk membuka kesempatan pendidikan bagi masyarakat Palestina. Ia menegaskan bahwa UBISA siap memberikan beasiswa khusus apabila terdapat putra-putri Palestina yang ingin melanjutkan pendidikan di UBISA Tegal.
āKami membuka pintu selebar-lebarnya bagi anak-anak Palestina yang ingin melanjutkan pendidikan di UBISA. Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kemanusiaan, kami siap memberikan beasiswa khusus agar mereka tetap memiliki kesempatan meraih pendidikan yang layak,ā tutur Wakil Rektor II UBISA Dra. Surtiati, M.Pd.
Momen haru juga terlihat dari pernyataan Dosen S1 Hukum UBISA, Faizal Yudhi Nugroho, S.H., M.H. Di hadapan rombongan, ia mengaku sangat tersentuh dengan perjuangan rakyat Palestina selama ini. Bahkan, dirinya tidak mampu menahan air mata ketika membayangkan perjuangan rakyat Palestina dalam mempertahankan kemerdekaan dan hak hidup mereka.
āSaya benar-benar terharu dan tidak bisa membayangkan bagaimana beratnya perjuangan rakyat Palestina. Mereka berjuang dengan segala keterbatasan demi mempertahankan tanah air dan kemerdekaannya. Sebagai manusia, hati saya sangat tersentuh hingga menitikkan air mata,ā ungkap Faizal Yudhi Nugroho, S.H., M.H. dengan penuh haru.
Kunjungan silaturahmi tersebut berlangsung penuh kehangatan dan diakhiri dengan sesi diskusi, penyerahan cinderamata, serta doa bersama untuk perdamaian dunia dan kemerdekaan Palestina. Momentum ini sekaligus menjadi simbol kuatnya solidaritas masyarakat Indonesia, khususnya dunia pendidikan, terhadap perjuangan rakyat Palestina.

