
Universitas Bima Sakapenta (UBISA) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring pendidikan internasional melalui rencana program studi banding ke Tiongkok. Program ini menjadi langkah strategis UBISA dalam mendorong pengembangan pendidikan vokasional bertaraf internasional di Kota Tegal dan sekitarnya.
Sebagai tindak lanjut dari program tersebut, UBISA mengundang sejumlah perwakilan sekolah dari SMA maupun SMK terpilih di Kota Tegal dan beberapa perguruan tinggi di wilayah sekitar untuk menghadiri kegiatan sosialisasi dan koordinasi rencana studi banding internasional yang dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026 di kampus Universitas Bima Sakapenta atau UBISA yang beralamat di Jalan Gatot Subroto No. 63, Debong Kulon, Kota Tegal.
UBISA menjelaskan bahwa kegiatan studi banding ini direncanakan akan mengunjungi beberapa perguruan tinggi yang tergabung dalam aliansi institut di Tiongkok. Program tersebut bertujuan untuk mempelajari sistem pendidikan vokasional dan pengembangan teknologi pendidikan di Tiongkok, sekaligus membuka peluang kerja sama internasional antara sekolah, perguruan tinggi, dan institusi luar negeri.
Selain itu, program ini juga diharapkan mampu membuka peluang pertukaran pelajar, magang internasional, hingga peningkatan kompetensi lulusan agar mampu bersaing di tingkat global. UBISA menilai bahwa pengembangan pusat pendidikan vokasional internasional menjadi salah satu kebutuhan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah Kota Tegal dan sekitarnya.
Rektor Drs. Agus Suprihadi, M.T. menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari visi kampus dalam membangun konektivitas pendidikan internasional yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan daerah.
“Kami ingin membuka wawasan pendidikan yang lebih luas bagi sekolah-sekolah di Kota Tegal dan sekitarnya. Dengan adanya studi banding ini, diharapkan akan lahir kolaborasi internasional yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan vokasional dan menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Ketua Yayasan Pendidikan Bima Sakapenta Khafdilah MS, S.Kom., S.H., M.H. juga menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk keseriusan yayasan dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis kerja sama internasional.
“Kami berharap program ini mampu membuka cakrawala baru bagi dunia pendidikan di Kota Tegal. Kerja sama internasional menjadi salah satu langkah penting agar sekolah dan perguruan tinggi di daerah dapat berkembang dan memiliki daya saing global,” ungkapnya.
Sementara itu, narasumber dari Tiongkok, Mr. Yuan Hainjiang menyampaikan apresiasinya terhadap langkah UBISA dalam membangun hubungan pendidikan internasional dengan institusi di Tiongkok.
“Kami melihat Indonesia, khususnya Kota Tegal, memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan vokasional. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi kedua negara, terutama dalam pengembangan teknologi pendidikan, pertukaran pelajar, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para perwakilan sekolah dari SMA maupun SMK terpilih di Kota Tegal dan sekitarnya juga diminta memberikan dukungan terhadap program kerja sama internasional yang diinisiasi UBISA. Dukungan tersebut mencakup kesiapan mengikuti pengarahan, koordinasi, hingga pelaksanaan studi banding internasional ke Tiongkok.
Perwakilan sekolah yang hadir, Zaenal Mutaqin, S.E., M.M. selaku Kepala Sekolah SMK NU 1 Adiwerna menyambut baik program yang diinisiasi UBISA tersebut. Menurutnya, kegiatan studi banding internasional akan memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi dunia pendidikan SMK di daerah.
UBISA berharap langkah ini dapat menjadi awal terbentuknya ekosistem pendidikan internasional yang mampu memperkuat kualitas pendidikan vokasional di Kota Tegal sekaligus memperluas akses kerja sama global bagi sekolah-sekolah di daerah.


