
Tegal ā Universitas Bima Sakapenta (UBISA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung implementasi kurikulum Kampus Berdampak dengan memberangkatkan mahasiswa untuk mengikuti program magang di luar negeri. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar langsung di dunia kerja global.
Dalam kurikulum kampus berdampak, mahasiswa diberikan kesempatan untuk belajar di luar kampus melalui berbagai kegiatan, salah satunya adalah magang. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis sekaligus meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja.
Tidak hanya terbatas di dalam negeri, magang dalam skema kampus berdampak juga dapat dilakukan di luar negeri sebagai bagian dari program resmi yang diakui secara akademik. Magang luar negeri dalam kerangka kampus berdampak juga telah diakui sebagai bagian dari kurikulum akademik, bukan sekadar kegiatan tambahan. Hal ini menunjukkan keseriusan perguruan tinggi dalam mendorong pembelajaran yang lebih fleksibel dan relevan dengan kebutuhan industri global.
Pada kesempatan ini, mahasiswa UBISA atas nama Intan Puja Kursita Halong menjadi mahasiswa Batch 1 yang resmi diberangkatkan ke Taiwan pada hari Minggu, 25 April 2026. Program magang ini akan dilaksanakan selama 12 bulan di Taiwan dengan fokus pada bidang hospitality, yang mencakup industri perhotelan dan layanan pariwisata.
Keberangkatan Intan tidak dilakukan sendiri. Ia secara resmi diantar oleh jajaran pimpinan UBISA, yakni Rektor UBISA Drs. Agus Suprihadi, M.T., Ketua Yayasan Pendidikan Bima Sakapenta Khafdilah, MS., S.Kom, S.H., M.H., serta Wakil Rektor II UBISA Drs. Surtiati, M.Pd. sebagai bentuk dukungan penuh institusi terhadap mahasiswa yang akan menimba pengalaman di tingkat internasional.
Rektor UBISA, Drs. Agus Suprihadi, M.T., menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan.
āProgram magang luar negeri ini adalah bagian dari implementasi Kampus Berdampak yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung di dunia kerja global. Kami berharap mahasiswa UBISA mampu menunjukkan kompetensi terbaiknya serta membawa nama baik kampus di kancah internasional,ā ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Bima Sakapenta, Khafdilah, MS., S.Kom, S.H., M.H., turut memberikan apresiasi dan harapannya.
āKami sangat bangga dengan keberangkatan mahasiswa UBISA ke Taiwan. Ini merupakan bukti bahwa UBISA terus berkomitmen mencetak generasi unggul yang siap bersaing secara global. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi masa depan mahasiswa,ā tuturnya.
Intan Puja Kursita Halong, juga menyampaikan rasa syukur dan antusiasmenya.
āSaya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan magang di Taiwan. Ini menjadi pengalaman berharga bagi saya untuk belajar, mengembangkan kemampuan, serta mengenal budaya kerja internasional. Saya berharap dapat memberikan yang terbaik dan membawa nama baik UBISA,ā ungkapnya.
Secara keseluruhan, terdapat 25 mahasiswa UBISA yang mengikuti program magang luar negeri ini. Dari jumlah tersebut, 1 mahasiswa telah diberangkatkan, 11 mahasiswa saat ini masih menunggu penerbitan surat izin tinggal, sementara sisanya masih dalam tahap proses seleksi.
Program ini diharapkan menjadi langkah strategis UBISA dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global, sekaligus memotivasi mahasiswa lainnya untuk memanfaatkan peluang yang tersedia dalam kurikulum Kampus Berdampak.

