
TEGAL ā Universitas Bima Sakapenta (UBISA) kembali menunjukkan eksistensinya dalam berbagai ajang pengembangan potensi generasi muda. Pada tahun 2026 ini, dua mahasiswa terbaik UBISA turut ambil bagian dalam ajang bergengsi Pemilihan Sinok Sitong Kota Tegal 2026, yang merupakan wadah pencarian duta wisata dan budaya Kota Tegal.
Kedua mahasiswa tersebut adalah Lutkhan Thoriqur Afandy dari Program Studi S1 Teknik Sipil dan Yasmin Alayda Falifi dari Program Studi S1 Hukum. Keduanya berhasil melewati tahap pendaftaran dan berhak mengikuti proses seleksi bersama para peserta lainnya dari berbagai sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas di Kota Tegal.
Ajang Sinok Sitong Kota Tegal 2026 mendapatkan antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat. Tercatat sebanyak 171 peserta mendaftar, dan setelah melalui proses verifikasi berkas, sebanyak 107 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi. Para peserta yang lolos administrasi kemudian mengikuti tahap audisi yang diselenggarakan pada Minggu, 14 Juni 2026, bertempat di Hotel Premier Tegal.
Sebelum mengikuti tahapan audisi, seluruh peserta yang lolos seleksi administrasi terlebih dahulu diwajibkan mengikuti Technical Meeting yang dilaksanakan pada Jumat, 12 Juni 2026 bertempat di Hotel Premiere Tegal. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pengarahan terkait teknis pelaksanaan seleksi, tata tertib peserta, mekanisme penilaian, serta rangkaian kegiatan yang akan dijalani selama proses pemilihan Sinok Sitong Kota Tegal 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Lutkhan Thoriqur Afandy dan Yasmin Alayda Falifi hadir bersama peserta lainnya untuk mendapatkan informasi resmi dari panitia. Adapun pelaksanaan audisi Sinok Sitong Kota Tegal 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu esok. Pada tahap ini, para peserta akan mengikuti serangkaian penilaian yang meliputi wawasan umum, pengetahuan budaya dan pariwisata, kemampuan komunikasi, kepribadian, serta potensi diri yang dimiliki sebagai calon duta wisata Kota Tegal.
Dalam tahapan audisi tersebut, para peserta diuji berbagai aspek, mulai dari wawasan umum, pengetahuan budaya dan pariwisata daerah, kemampuan komunikasi, kepribadian, hingga potensi diri yang dapat mendukung peran mereka sebagai duta wisata Kota Tegal.
Persaingan pada tahun ini diprediksi berlangsung sangat ketat. Dari 107 peserta yang mengikuti seleksi, nantinya hanya akan dipilih 16 finalis terbaik, terdiri atas 8 peserta putra (Sitong) dan 8 peserta putri (Sinok) untuk melaju ke tahapan karantina dan Grand Final. Pengumuman peserta yang lolos ke tahap berikutnya dijadwalkan paling lambat pada 21 Juni 2026.
Keikutsertaan Lutkhan dan Yasmin menjadi bukti komitmen UBISA dalam mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik. Selain menjadi ajang kompetisi, Sinok Sitong juga merupakan sarana pembentukan karakter, kepemimpinan, kemampuan public speaking, serta peningkatan kepedulian terhadap budaya dan pariwisata daerah.
Rektor Universitas Bima Sakapenta, Drs. Agus Suprihadi, M.T., menyampaikan apresiasi atas keberanian dan semangat kedua mahasiswa yang telah mewakili kampus dalam ajang bergengsi tersebut.
“Kami sangat bangga karena mahasiswa UBISA kembali dipercaya dan mampu bersaing dalam ajang Sinok Sitong Kota Tegal 2026. Keikutsertaan Lutkhan Thoriqur Afandy dan Yasmin Alayda Falifi menunjukkan bahwa mahasiswa UBISA tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap budaya dan pariwisata daerah. Kami berharap keduanya dapat memberikan penampilan terbaik dan melangkah hingga babak final,” ujar Agus Suprihadi.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Biro Kemahasiswaan Universitas Bima Sakapenta, Moh. Sahidun, M.Pd., menegaskan bahwa pihak kampus terus memberikan dukungan kepada mahasiswa yang berpartisipasi dalam berbagai kompetisi dan ajang pengembangan diri.
“Ajang Sinok Sitong merupakan wadah yang sangat baik bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan public speaking, memperluas jaringan, serta meningkatkan rasa percaya diri. Kami melihat Lutkhan dan Yasmin memiliki potensi yang besar untuk bersaing dengan peserta lainnya. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mereka sekaligus dapat membawa nama baik UBISA di tingkat Kota Tegal,” ungkap Moh. Sahidun.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan mahasiswa UBISA pada penyelenggaraan tahun sebelumnya menjadi motivasi tersendiri bagi peserta tahun ini.
“Tahun lalu mahasiswa UBISA berhasil meraih predikat Juara Favorit pada malam Grand Final. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UBISA mampu tampil kompetitif dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Kami berharap tahun ini capaian tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan,” tambahnya.
Prestasi mahasiswa UBISA dalam ajang ini memang bukan yang pertama. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, salah satu mahasiswa UBISA berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar Juara Favorit atas nama Naura Syahida dari program studi S1 Akuntansi pada malam Grand Final. Meskipun belum berhasil masuk dalam jajaran tiga besar, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UBISA mampu menunjukkan kualitas, kepribadian, serta daya tarik yang mendapat apresiasi dari masyarakat dan para pendukung ajang tersebut.
Seluruh civitas akademika Universitas Bima Sakapenta turut memberikan doa dan dukungan kepada Lutkhan Thoriqur Afandy dan Yasmin Alayda Falifi agar dapat melewati setiap tahapan seleksi dengan baik. Kampus berharap keduanya mampu mengulang bahkan melampaui prestasi yang telah diraih UBISA pada tahun sebelumnya serta menjadi representasi generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mampu mempromosikan potensi Kota Tegal kepada masyarakat luas.
Dengan semangat dan persiapan yang matang, UBISA optimistis kedua mahasiswanya dapat memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama kampus dalam ajang Sinok Sitong Kota Tegal 2026.

